Saturday, March 17, 2012

Pesan Untuk Berti dan Generasi Muda Papua


Aku tidak ingat kapan persisnya aku mulai mengenal Berti, singkatan dari Bernadus Tingge. Yang jelas sudah lebih dari 7 tahun aku kenal dengan dia. Berti sebenarnya teman satu gereja dari adik-adikku ketika di Jogja. Karena sering main ke kost-kostan mereka di Jogja, akhirnya aku pun kenal dengan dia. Kedekatan kami karena ikatan primordial karena berasal dari daerah yang sama. Berti suku asli Papua, tepatnya dari Kabupaten Boven Digul, sementara kami dari Nabire. Meski Pulau Papua luas, dibandingkan daerah lain di Indonesia masyarakat Papua lebih merasa menyatu. Meski berasal dari pulau yang sama di daerah lain perbedaan lebih terasa. Merasa berbeda, katakanlahh antara orang Jawa Tengah dengan orang Sunda, atau orang Minang dengan orang Batak, lebih terasa sementara masyarakat Papua lebih mersa bersatu meski letak daerahnya satu sama lain cukup jauh.

Tidak seperti beberapa putra Papua yang aku kenal, Berti bertutur dengan santun dan berhati lembut. Satu yang menjadi ciri khas dari Berti, lelaki ini penuh dengan senyuman. Jarang terlihat bersedih. Disamping itu tidak suka minum-minuman keras dan memiliki wawasan yang baik serta berpikir positive. Dia mau diajak maju dan menyenangkan ketika diajak berdiskusi. Saat berbincang dengannya terasa bahwa Berti adalah anak cerdas. Karena kebaikannya, aku melihat ada kecenderungan orang sadar atau tidak sadar memanfaatkanya.

Bulan Januari lalu, saat di Jogja aku pernah uring-uringan kepada jasa pengetikan skripsi karena menunda-nunda menyelesaikan skripsinya. Sudah lebih dari 3 kali Berti datang ketempat tersebut dengan janji akan diselesaikan pada kesempatan berikutnya, tetapi setiap dia datang pada saat yang sudah dijanjikan ternyata lagi-lagi skripsinya belum selesai diketik. Akhirnya aku pun protes sama penyedia jasa tersebut karena Berti sungkan untuk marah, dia menganggap posisinya dalam keadaan minta tolong sehingga dapat dimaklumi apabila terlambat padahal, Berti mengeluarkan biaya untuk jasa tersebut dan diawal sudah disepakati akan diselesaikan pada kesempatan berikutnya.

Akhir Februari 2012, sesudah kuliah selama lebih 11 tahun akhirnya Berti pun menamatkan sarjana strata satunya dari Salah satu sekolah Tinggi Pertanian di Jogjakarta, sehingga saat ini resmi bergelar Sarjana Pertanian. Rentang waktu 11 tahun memang lama, tetapi hal ini sebenarnya karena alasan ekonomi. Beberapa kali dia cuti kuliah karena tidak sanggup membayar kuliah sehingga harus melanjutkan kerja serabutan dari mulai penjaga laundry, sekuriti, Office Boy, bantu-bantu di rumah orang, dll untuk sekedar menyambung hidup di Jogja karena kiriman uang dari orang tua nya tidak mencukupi.

Papua dan Impian Merdeka
Ada hal yang menarik saat ini di Papua, dimana keinginan merdeka dari generasi muda sangat kuat. tidak seperti angkatan yang lahir tahun 60 an atau 70 an opsi merdeka itu kurang begitu populer. Hal ini dikarenakan saat itu sebenarnya Indonesia sedang membangun dan proses pembangunan itu membuat orang sibuk dengan bekerja. Hal yang lain adalah penduduk lokal non Papua belum begitu banyak dan kebanyakan pegawai, sehingga penguasaan tanah dan sumber daya alam atau ekonomi oleh orang non Papua tidak begitu banyak. Kemudian peran militer saat itu sangat kuat, ketika ada keributan atau protes-protes terkait pembangunan dapat diselesaikan sektika dan apabila ada pelaku melakukan pengrusakan atau keributan, militer tidak segan-segan bertindak dengan tegas. Meski diakui sejak awal sebagian kecil kelompok ingin Papua merdeka daberdiri sendiri. Dan yang terakhir, sebenarnya kebanyakan orang Papua adalah orang yang ramah dan terbuka terhadap orang asing dan mereka menyambut dengan senang kalau kita ingin membantu mereka untuk maju, ini yang terjadi dengan orang tuaku dan banyak sukarelawan lainnya yang memilih menjadi guru di Papua sejak tahun 60-an dan 70-an awal.

Generasi Muda yang ingin merdeka adalah kebanyakan yang lahir diakhir 70-an keatas. Hal ini tidak terlepas karena kebanyakan dari mereka merasa, saat ini yang menguasai segala hal di Papua bukan penduduk asli lagi. Jujur diakui, sendi-sendi ekonomi di Papua dari hulu sampai hilir dikuasai masyarakat luar Papua dan perusahaan trans nasional. Penduduk Papua hanya menjadi penonton dan semakin terpinggirkan karena perlahan-perlahan masyarakat luar Papua dan perusahaan dari luar Papua menguasai tanah-tanah milik mereka baik di daerah perkotaan sampai ke hutan-hutan adat. Jika kita ke Pasar Papua saat ini khususnya di kota-kota Kabupaten, umumnya pedagang Papua berjualan ditanah atau emperan Pasar, sementara penduduk luar Papua yaitu warga yang berasal dari Jawa dan Sulawesi berjualan ditempat-tempat terbaik di Pasar.

Generasi muda yang menamatkan sekolah pun kesulitan mengakses pekerjaan sehingga lebih banyak pengangguran. Kalau pun bekerja karena sifat sosial yang tinggi serta kurang cakap dalam mengelola keuangan, jika tidak menjadi pejabat tetap saja hidup dalam kekurangan. Gaji yang ada tidak cukup untuk kebutuhan sebulan sehingga selalu merasa kekuarangan dan mungkin kurang puas. Disamping itu pembangunan yang ada saat ini pun hanya pembangunan fisik, tidak diimbangi dengan pembangunan pengetahuan sehingga ketika bangunan fisik sudah tergelar, masyarakat tidak mampu memeliharanya dan mengembangkan fasilitas tersebut.

Meski semua pemimpin daerah Papua adalah Putra daerah dan pejabat pun mayoritas adalah penduduk asli Papua, tetapi pembangunan tidak dapat berjalan dengan baik. Hal ini dikarenakan tingkat korupsi sangat tinggi. Sejak bergulirnya reformasi tahun 1998 harus diakui, pemerintahan daerah diberi peran sangat besar karena diberlakukannya desentralisasi, dan dana otonomi khusus untuk Papua pun sangat besar. Inilah yang menjadi sumber permasalahan yang baru. Pejabat merasa uang negara menjadi uang pribadi, fungsi kontrol yang kurang, hukum yang kurang tegas, biaya politik yang tinggi dan life style pejabat yang hedonis mengakibatkan dana yang besar tidak sampai ke masyarakat. Dana yang besar itulah yang menjadi sumber pertikaian baru masyarakat disana, sehingga tidak kaget ketika pemilihan kepala daerah terjadi pertikaian yang bahkan sampai merenggut jiwa.

Kemajuan dibidang informasi memudahkan generasi muda yang kecewa dengan pembangunan dan kondisi Papua saat ini menggalang kekuatan dan bertukar informasi. Generasi muda Papua semakin banyak mendapat informasi sejarah bergabungnya Papua ke Indonesia dengan versi yang lain, meski versi itu belum sepenuhnya benar dan ini menjustifikasi kebencian terhadap pemerintah yang ada. Beberapa generasi Papua terdahulu yang harus keluar dari Indonesia karena tidak setuju Papua bergabung dengan Indonesia mendapat kesempatan untuk menggalang kekuatan dengan menggunakan media internet dan telepon yang semakin mudah dan murah di akses. Ketika kita kecewa dan berkutat dengan kekecewaan serta bertemu dengan orang-orang yang kecewa maka rasa kecewa itu semakin bergaung dan semakin besar. Dan menariknya, dengan alasan geografis generasi muda Papua sekarang merasa mereka ras Melanesia yang berbeda dengan melayu dan memilih lebih dekat secara ras dengan negara-negara gugusan Melanesia dan Australia yang berkulit putih!

Pesan Untuk Berti dan Generasi Muda Papua
Seperti generasi muda lainnya, Berti ingin yang terbaik buat Papua dan bagi kebanyakan mereka Merdeka adalah opsi yang akan dipilih. Perlu diketahui, apa yang dialami Papua saat ini pun dialami daerah-daerah lain di Indonesia. Di Kalimantan Timur yang daerahnya kayapun yang menikmati kekayaan alamnya pun bukan penduduk asli. Kalau pun diberi kesempatan penduduk asli terlibat, sering sekali kesempatan itu tidak digunakan dengan baik dan akhirnya peluang itu jatuh ke tangan penduduk non pribumi. Di Aceh pun demikian, Sulawesi memiliki cerita yang sama, Sumatera dan berbagai daerah lain di Indonesia. Sumber permasalahannya sama yaitu keserakahan yang membuat pejabat pemerintahnya korupsi dan tega menelentarkan penduduknya.

Permasalahan kita dari Timur-Barat dan dari Utara-Selatan di Indonesia sama, terlepas dari rasa kecewa aku punya beberapa hal yang ingin di share buat adik-adik generasi muda Papua :
Bangunlah Papua saat ini ! Merdeka adalah hal yang lain dan mungkin memakan waktu lama, tetapi harus disadari saat ini banyak mama-mama dan bapa-bapa yang perlu diajarkan prinsip ekonomi sehingga dapat berjualan dengan baik. Kalian diberi kesempatan untuk membangu Papua seluas-luasnya, tidak ada yang melarang kalian mengajar mama-mama berjualan dengan menggunakan prinsip-prinsip ekonomi, tidak ada yang melarang kalian menyadarkan masyarakat agar tidak melakukan sex secara sembarangan karen Papua saat ini memilii tingkat prevelinsi AIDS paling tinggi di Indonesia.
Belajar ke luar Papua dan Sekolah setinggi-tingginya. Orang yang berhasil biasanya mereka yang belajar keluar dari tempat asalnya yang lebih maju. Kesempatan untuk sekolah terbuka selebar-lebarnya buat kalian untuk sekolah di Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia atau di dunia. Dana di pemerintah daerah cukup besar untuk pendidikan dan pemberian beasiswa setahu saya dari Pemerintah besar. Sebagai contoh kalau kita perhatikan di kota-kota besar selalu ada Mess Mahasiswa milik Pemerintah Daerah Papua yang diperuntukkan bagi generasi muda yang sekolah di luar Papua. Jika kalian berhasil sekolah tinggi, network akan terbuka lebar dan apabila ingin merdeka akan lebih mudah karena suara anda akan lebih didengar.
Awasi Pejabat Korup dan bawa ke Pengadilan! Seperti yang aku sebut sebelumnya, semua pemimpin daerah adalah penduduk asli Papua, tetapi ironisnya kebanyakan dari mereka menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi dan foya-foya dan dana yang ada tidak digunakan secara optimal untuk membangun daerahnya. merekalah yang seharusnya dihukum seberat-beratnya karena secara sadar dan tega mengambil uang yang diperuntukkan untuk membangun Papua. Mereka tidak perduli dengan warganya, dan mereka tidak ingin Papua maju!!
Jangan menjual tanah secara gegabah kepada penduduk non lokal, tetapi sewakan saja. Tanah adalah hal yang mengikat manusia dengan tempatnya. Saat kalian menjual tanah kepada mereka yang lebih maju ekonominya percayalah, uang hasil penjualan itu lambat laun akan habis dan kalian tidak memiliki tempat didaerah asalnya. Saya juga kurang setuju dengan sekolompok orang yang meminta kembali tanah - yang sudah dijualnya - secara paksa dengan alasan tanah adat padahal tanah itu sudah lama dijual dan digunakan berpuluh-puluh tahun. Ini merupakan cermin keserakahan dan kemalasan mereka yang meminta paksa.
Selalu bersikap positif dan bekerja. Percayalah, makian dan umpatan tidak mengubah keadaan. Sifat positiflah yang membuat orang mau bekerja. Selalu lebih baik menyalakan sebatang lilin daripada mengutuk kegelapan!

Semoga Tuhan senantiasa menjadi kekuatan dan perlindungan kita. Salam!

Monday, March 12, 2012

Cerita 3 Des 2011 "Menghargai Orang Tua"*



Pulang Gereja, sambil menunggu jemputan di halte angkutan kota, aku berkenalan Om Abram dari Sangiher Talaud yang ke gereja seorang diri.. Dia bercerita, anaknya bekerja diperusahaan minyak asing di Pulau Natuna, sementara mantunya pemilik Katering di Balikpapan (katering besar karena aku sering lihat mensupply untuk acara besar).. Yang membuat aku tertegun (lebih tepatnya miris), si Om yang berpakaian sederhana usianya sekitar 70 an tahun ke Gereja sendiri, ketika pulang hanya dijemput pakai mobil box catering yang butut..

Om cerita mantu perempuannya seorang Minang, dalam hati aku menduga, kemungkinan anak lelakinya sudah berbeda keyakinan sehingga tidak bersama2 ke Gereja tetapi lebih memilih latihan bela diri di hari Minggu, sementara si Om baru berkunjung satu minggu di Balikpapan.

Wajah Om itu penuh keakraban, bercahaya penuh kebahagiaan.. Dia masih ingin mengobrol dengan aku, tetapi karena tidak enak mobil jemputan sudah menunggu akhirnya dia bergegas menuju mobil, kami pun berbincang kurang dari 10 menit.

Aku hanya berpikir, tidak seharusnya memberlakukan orang tua seperti itu, dijemput dengan kendaraan Catering yang mungkin baru mengantar pesanan. Kalau pun anak atau mantu atau cucu nya lagi sibuk dihari Minggu ini sehingga si Om harus dijemput supir, aku yakin masih ada mobil mereka yang lebih bagus dari pada sekedar mobil box butut. Semoga dugaan aku ini semuanya salah !
*sebuah interlude sebelum melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo

Wednesday, March 07, 2012

Potongan Puisi Pada Sebuah Mural

Judulnya Sia-sia yang tertulis pada sebuah mural yang indah di kota Mural, Jogjakarta..
Setiap kita pasti pernah merasa sepi, berikut gambarnya


Dan ini kutipan lengkapnya


SIA-SIA (Karya Chairil Anwar, 1943)
--------------------------------------

Penghabisan kali itu kau datang
Membawa karangan kembang
Mawar merah dan melati putih:
Darah dan suci.
Kau tebarkan depanku
Serta pandang yang mematikan: Untukmu.

Sudah itu kita sama termangu
Saling bertanya: Apakah ini?
Cinta? Keduanya tak mengerti.

Sehari itu kita bersama. Tak hampir menghampiri.

Ah! Hatiku tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.

Friday, February 24, 2012

Seandainya Kita Lebih Bermurah Hati....



Tadi iseng ke website http://ansblog.com/2009/12/saddest-picture-of-the-century-vulture-waiting-child-to-die/

Beberapa pembaca disana mengkritik sang fotografer yang tidak membantu anak tersebut. Sama seperti postinganku sebelumnya pada tahun 2006 lalu http://rausen.blogspot.com/2006/07/kevin-carter-potret-kita.html

Yang hendak aku bagi bukan tentang foto dan forografernya, melainkan ironi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia banyak masyarakat disekitar yang hidup dengan biaya kurang dari 20 ribu rupiah perhari, sementara aku dengan mudahnya menghabiskan uang 35 ribu untuk secangkir kopi di mall, yang kadang tidak habis diminum...

Berikut aku sunting komentar salah seorang pembaca di website tersebut, semua masih dalam bahasa Inggris....

Basic education for all would cost $6 BILLION a year:

· $8 BILLION is spent annually for cosmetics in the United States alone.

Installation of water and sanitation for all would cost $9 BILLION plus some annual costs:

· $11 BILLION is spent annually on ice cream in Europe.

Reproductive health services for all women would cost $12 BILLION a year:

· $12 BILLION a year is spent on perfumes in Europe and the United States.

Basic health care and nutrition would cost $13 BILLION:

· $17 BILLION a year is spent on pet food in Europe and the United States;

· $35 BILLION is spent on business entertainment in Japan;

· $50 BILLION on cigarettes in Europe;

· $105 BILLION on alcoholic drinks in Europe;

· $400 BILLION on narcotic drugs around the world; and

· $780 BILLION on the world’s militaries.

20% of the world’s people in industrialized countries account for 86% of total private consumption expenditures, while the poorest 20% account for 1.3%

Wednesday, November 16, 2011

Sibuk tidak berarti Positif


Ini menarik situasi di kantor terkadang situasinya seolah-olah kita sedang sibuk melakukan banyak hal, hari berlalu dengan cepat dan kepala terasa cenut-cenut sehabis kerja dikantor tetapi ketika ditanya apakah pekerjaan hari ini member kontribusi positif kepada kantor? Yang menyedihkan jawabannya adalah tidak !

Seorang teman mengirimkan definisi sibuk melalui email, aku membacanya dan tersenyum karena persis dengan apa yang aku rasakan akhir-akhir ini. Judulnya cukup menarik “Sibuk tidak sama dengan Aksi”. Hasil akhir positif merupakan hasil dari sebuah aksi ! Hasil akhir dapat berupa kontribusi revenue buat perusahaan, selesainya sebuah permasalahan, diimplementasinya sebuah project, dll. Rapat, berpidato, membuat presentasi, mengirim email dan merencanakan sesuatu bukan sebuah aksi, karena hal diatas tidak menghasilkan apa-apa.

Saturday, November 12, 2011

Kebaikan Kecil Sehari-hari


Kebaikan Bastian Pasaribu yang spontan ini membekas dalam ingatanku, meski sudah terjadi belasan tahun yang lalu. Bisa saja dia telah melupakannya karena ini mungkin hal kecil dalam kesehariannya, tetapi buat aku ini membekas karena hal kecil ini mengajarkan spontanitas melakukan kevaikan, dan ini merupakan cermin karakter sehari2nya yang menurut aku, patut ditiru.

Waktu itu kami sedang menyeberang jalan dari Bandung Indah Plasa menuju gedung Gramedia, didepan Plasa itu. Tidak jauh dari kami seorang penjual yang menyeberang dengan barang dagangannya tiba2 tersandung, sehingga dagangannya pun terhambur dijalan. Aku dan sebagian orang yang disitu masih tertegun menatap pedagang yang malang itu. Tidak kepikiran menolong sama sekali. Yang ada kaget dan menunggu reaksi berikutnya dari pedagang itu. Tetapi Bastian dengan langkah pelan dan pasti tanpa mengeluarkan sepatahkatapun mendekati pedagang itu dan membantu mengumpuli dagangannya yang terhambur, sesaat kemudian aku dan teman2 membantu Bastian dan Pak pedagang memunguti dagangannya. Wajah pedagangnya aku sudah tidak ingat, apa dagangannya pun aku sudah tidak ingat entah Baso entah Soto atau perkakas masak, yang terus membekas adalah kebaikan dan spontanitas Bastian menolong Bapak itu.

Tadi pagi sehabis olahraga, ketika sedang berkendaraan dengan kecepatan lambat, dari jauh dipinggir jalan mataku terpaku menatap pedagang dan istrinya sedang mendorong kereta dagangannya melewati parit kecil. Karena ukuran parit hampir sama dengan roda keretanya, mereka kesulitan mendorong kereta melewati parit itu. Beberapa kali mencoba tetapi kereta itu tidak juga menyeberang, mungkin karena tenaga si ibu kurang kuat mendorongnya. Arah kendaraanku kebetulan mendekat mereka berdua, kemudian aku menepikan kendaraan turun dan menghampiri mereka berdua. Aku lalu meminta ijin untuk membantu mereka, ternyata hanya kurang tenaga. Akhirnya kereta itu pun berhasil kami seberangi melewati parit. Si Bapak mengucapkan terima kasih, aku pun pamit, kejadiannya tidak lebih dari 3 menit.

Yang menarik, beberapa meter didepan kami, seorang pemuda sedang duduk menonton kejadian itu, aku baru sadar ternyata Pemuda itu dari tadi memang sudah disitu dan hanya memandang mereka berdua, persis aku belasan tahu yang lalu memandang Bastian menolong pedagang yang malang itu..

Friday, October 21, 2011

Papua Asalku

Sedikit bercerita mengenai tanah kelahiran yang kusunting dari website dprd Papua, dapat dijadikan salah satu referensi sejarah Papua.


GAMBARAN UMUM
Provinsi Papua merupakan Provinsi yang paling luas wilayahnya dari seluruh Provinsi di Indonesia. Luas Provinsi Papua ± 410.660 Km2 atau merupakan ± 21% dari luas wilayah Indonesia. Lebih dari 75% masih tertutup oleh hutan-hutan tropis yang lebat, dengan ± 80% penduduknya masih dalam keadaan semi terisolir di daerah pedalaman (bagian tengah Papua). Jumlah penduduk 2,3 Juta Jiwa dengan kepadatan penduduk 5,13 orang per Km2 .Secara geografis berada diantara garis meridian 0’19’ - 10045 LS dan antara garis bujur 1300 45 - 141048 BT yang membentang dari Barat ke Timur dengan silang 110 atau 1.200 Km.

Dengan demikian daerah Papua berada didaerah yang beriklim tropis dengan cuaca yang panas dan lembab d daerah pantai, serta cuaca dingin dan bersalju pada bagian yang tertinggi di daerah pegunungan Jayawijaya.

SEJARAH
Menurut perjalanan sejarah tanggal 13 Juni 1545 Ortis de Retes (pelaut Spayol) menemukan dua pulau La Sevillana dan La Callega yang aslinya dan sampai saat ini disebut Supyori dan Baik. Dan pada sore harinya menemukan satu pulau lagi yang kemudian diberi nama Los Martyre, sekarang ini disebut pulau Numfor, ketiga pulau tersebut berada di bagian utara Papua.

Setelah melanjutkan perjalannya, beberapa hari kemudian tiba di muara sungai Bei yang oleh de Retes diberi nama San Augustin (disebelah Timur Sungai mamberamo. Setelah mendarat Ortis de Retes menancapkan bendera Spanyol dan memproklamirkan tempat ini kemudian memberi nama Nova Guinea; dalam bahasa Spanyol Nova artinya baru dan Guinea artinya tanah atau tempat.

Disebut sebagai Nova Guinea karena Guinea di Afrika adalah merupakan daerah jajahan Raja Spanyol yang pertama (lama) dan Guinea yang diketemukan oleh de Retes di Pasifik ini adalah merupakan tanah jajahan Raja Spanyol yang baru.

Kemudian pada waktu pemerintahan Belanjda diberinama Nederland New Guine, yang kemudianberubah menjadi Papua Barat; pada masa integrasi dengan Indonesia dirubah menjadi Irian Barat, kemudian Irian Jaya dan pada tanggal 26 Desember 2001 diganti dengan Provinsi Papua sehubungan dengan diberlakukannya Otonomi Khusus bagi Provinsi ini.

Topografinya sangat bervariasi mulai dari yang sangat tinggi (Puncak Jaya 5.500 m, Puncak Trikora 5.160 m dan Puncak Yamin 5.100) sampai dengan daerah rawa (lembah sungai Digul di selatan dan lembah sungai Mamberami di sebelah utara).

Secara garis besar topografi di Papua terdiri dari: zone utara, kondisinya mulai dari dataran rendah, dataran tinggi sampai pegunungan dengan beberapa puncak yang cukup tinggi (dataran rendah Mamberamo, pegunungan Arfak): zone tengah (central high land) merupakan rangkaian pegunungan dengan puncak yang diliputi salju dan dataran yang cukup luas (Puncak Jaya, Lembah Jayawijaya); zone selatan, pada umumnya terdiri dari dataran rendah yang sangat luas (dari teluk Beraur sampai Digul fly depression)

Beberapa danau besar dan potensial diantaranya Danau Sentani di Kabupaten Jayapura, Danau Paniai dan Danau Tigi dan Danau Wagete di Kabupaten Paniai, Danau Ayamaru di Kabupaten Sorong, Danau Anggi di kabupaten Monokawari, serta danau-danau kecil lainnya yang terbesar di daerah pedalaman Papua, merupakan potensi yang dikembangkan untuk prasarana perhubungan maupun penyediaan perikanan untuk gizi masyarakat serta pengembangan pariwisata.

Provinsi Papua merupakan wilayah Republik Indonesia yang paling Timur dan berbatasan langsung dengan Negara Papua New Guinea, dan berdekatan dengan benua Australia serta diapit oleh samudra Indonesia dan samudra Pasifik.

Thursday, October 20, 2011

Occon* Teman Kami

Tidak terasa persahabatan kami sudah berjalan 22 tahun lebih. Aku ketemu dia pada saat masih sekolah di bangku sma pada tahun 1988-1991. Perkenalan kami berawal ketika sama-sama mempersiapkan diri latihan band untuk pentas seni sekolah. Aku pemain rhytim gitar dan dia kebagian melodynya. Sayangnya menjelang hari H, band kami kurang percaya diri untuk tampil karena melihat group-group lain lebih hebat. Akhirnya kami sepakat untuk tidak tampil daripada menanggung malu diteriakin penonton.

Tidak lama sesudah kejadian itu, persinggungan kedua kami pun terjadi ketika kami sama2 bergabung dalam paduan suara sma yang dipersiapkan tampil untuk natal. Latihan yang intensif karena sering bertemu membuat kami saling mengenal satu sama lain, meski kami tidak benar2 berkawan karib karena berbeda kelas.

Meski kuliah di Kampus yang sama kami tidak begitu akrab, karena dia baru masuk pada tahun 1992 sementara aku tahun 1991. Lantas kami tidak sering bertemu karena kebetulan aliran pergaulan kami berbeda. Kami berkawan karib ketika selepas kuliah dan bekerja memutuskan untuk sewa rumah bersama2 teman yang lain. Alasan kami sewa rumah adalah biar lebih nyaman tinggal nya ketimbang harus kos, karena dengan menyewa rumah kami bisa memiliki ruang tamu dan ketika saudara, sahabat atau orang tua datang dapat menumpang ditempat kami. Disamping itu biaya hidup dapat ditekan menjadi lebih murah dan yang penting lainnya adalah bisa makan B2 dirumah dengan bebas tanpa mengganggu rekan yang lain yang tidak bisa memakannya hehehe..

Kurang lebih 4 tahun kami tinggal satu rumah bersama rekan2 yang lain. Banyak cerita lucu dan bahagia yang kami alami bersama. Sering menjadi bahan tertawaan kami apabila bertemu dan nostalgia kehidupan ketika masih sama2 sewa rumah di Neglasari dulu. Ketika bertemu dengan teman2 yang lain pun, cerita tentang si Occon, baik kisah kasihnya, kekonyolannya, gesture tubuhnya, gaya jaimnya, sifat yang maha tahunya atau pun tingkah lakunya yang lain dapat membuat kami tertawa. Tanpa kami sadari dia adalah salah satu sumber kebahagiaan kami. Dilingkungan kantor atau setempat pun, dimana ada Occon disitu ada tawa.

Aku beruntung memiliki teman-teman yang baik serta dapat dijadikan panutan setidaknya buat aku. Terus terang aku banyak belajar dari sahabat2 yang luar biasa. Dari Occon (nama aslinya Karel heheh) aku belajar:

  1. Mencintai orang tua dan saudara2nya dengan luar biasa
  2. Menjadi abang yang bertanggung jawab menggantikan posisi ayahnya yang meninggal dunia ketika dia sma sehingga mampu membimbing adik2 nya dan seorang kakaknya.
  3. Berteman dengan anak2 kecil sampai ibu2 rumah tangga
  4. Membantu orang lain dengan tulus meski harus menggunakan uang terakhir yang ada dikantongnya.
  5. Takut akan Tuhan dan rajin ke gereja.
  6. Berusaha memahami orang dan tidak mudah berpikiran buruk atas tindakan seseorang, kecuali sama 1 orang teman aku yang entah kenapa tidak bs ketemu protocolnya padahal setahu aku mereka berdua orang yang baik.
  7. Suami yang luar biasa bagi istrinya karena tidak pernah selingkuh (setidaknya sampai hari ini menurut dia hehe)
  8. Menjadi sumber kebahagiaan bagi lingkungan sekitar terutama ketika dia mulai bercerita
  9. Hafal nama2 super model dunia hahaha
  10. Tidak khawatir akan hari esok yang penting uang makan sebulan sudah dibayar.
  11. Kadang-kadang membuat wanita klepek-klepek
  12. Tidak emosian, kecuali menghadapi kawan ku yang di point 6 tadi :p
  13. dan banyak hal positif lainnya..

Senang rasanya memiliki kesempatan pernah dekat dan belajar langsung dari sahabat2 luar biasa, salah satunya si Occon!

*Occon = Karel Purba, nama panggilan adiknya ketika mereka kecil dulu :)

sorry Con awak tampilkan fotomu! Biar istrimu, Atha dan Theo bangga sama papa nya :)

Monday, October 17, 2011

Test from ipad


Akhirnya aku menemukan cara untuk terus melakukan blogging pada saat mobile. Dengan aplikasi yang diunduh ke telepon pintar ini, aku dapat terus menulis meski tanpa membawa notebook atau di depan desktop.

Mengawali blogging langsung dari ipad, jadi teringat tentang cinta dan benci. Ada dua hal yang menurut aku mampu membuat manusia mampu bertahan hidup melewati kondisi extreme yang pada kondisi normal sulit dilewati.

Hal yang pertama adalah perasaan cinta. Cinta membuat manusia mampu bertahan pada keadaan sulit yang kadang terlihat melebihi kemampuan manusia itu sendiri. Dalam cinta, ada harapan untuk bahagia nantinya sehingga menjadi kekuatan untuk menghadapi keadaan sulit tersebut. Ironisnya hal lain yg konon dapat membuat manusia sanggup bertahan melalui masa sulit adalah rasa dendam atau kebencian yg ingin terbalaskan. Dalam benci, orang berharap membalas perlakuan tidak baik (menurut dia) kepada yang dia benci, meski dia harus membayar mahal dengan nyawanya sekalipun.

Saturday, October 15, 2011

Fakta Menarik Tentang Tibet



1.Seperti apa bendera nasional Tibet?
Gambar gunung dengan salju dan matahari dipuncak gunung mengeluarkan sinar merah dan biru. Pada gunung ada dua singa salingberhadapan. Bendera ini dilarang dipasang di Tibet.

2.Ada banyak organisasi di seluruh dunia bekerja mewujudkan Kebebasan Tibet.Salah satunya adalah SFT. Apa kepanjangan SFT?
Student for Free Tibet  (Pelajar untuk Kemerdekaan Tibet). SFT berdiri pda Agustus 1994 untuk menyuarakan aspirasi rakyat Tibet. Mereka mengakui status historis dan hukum dari Tibet sebagai negara merdeka
dan mendukung hak rakyat Tibet untuk menentukan masa depan mereka sendiri. SFT mendidik kampus dan masyarakat tentang situasi di Tibet dan memobilisasi orang untuk mengambil tindakan membantu rakyat Tibet dalam perjuangan mereka untuk Kemerdakaan.
Akibat ingin merdeka Dalai Lama, anggota pemerintah dan
sekitar 80.000 orang Tibet harus mengunsi ke India, Nepal, dan Bhutan. Di India Dalai Lama melanjutkan perjuangan dengan mendirikan kembali
pemerintah Tibet .

3.Apakah pemerintah Tibet di India diakui dunia? (Ya atau tidak)
Tidak. Pemerintah ini tidak diakui oleh bangsa di dunia tetapi dianggap sebagai perwakilan yang sah rakyat Tibet di dalam dan luar Tibet. Basisnya berada di Dharamsala, bagian utara India kota di kaki bukit Himalaya, pemerintah Tibet, di bawah kepemimpinan Dalai Lama, secara efektif telah mengembangkan gerakan non-kekerasan melawan pendudukan Cina terhadap Tibet.

4.Tanggal berapa dianggap sebagai hari pembebasan Tibet?
10 Maret 1959. Gerakan ini diprakarsai oleh pemimpin Tibet. Tetapi Cina mampu dengan cepat membasmi pemberontakan. Tetapi semangat rakyat Tibet untuk kebebasan dari tirani dan  ketidakadilan tetap berkobar sejak saat itu sampai sekarang.

5.Siapa pemimpin politik dan agama Tibet di pengasingan?
Dalai Lama ke 14.  Dalai Lama ke-14 tinggal di pengasingan di Dharamsala, India.  Yang Mulia adalah seorang pencinta damai. Pada tahun 1989 ia dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian atas perjuangan tanpa kekerasan untuk kemerdekaan Tibet. Ia secara konsisten menganjurkan kebijakan-kebijakan non-kekerasan, bahkan dalam menghadapi agresi ekstrim Cina.
Dia juga menjadi Pemenang Nobel pertama yang diakui untuk perhatiannya terhadap masalah Global lingkungan.

6.Pada bulan Oktober 1950, Negara mana yang  menginvasi Tibet?
Cina. Titik balik dari sejarah Tibet datang pada bulan Oktober, awal tahun 1950 ketika Tentara Pembebasan Republik Rakyat Cina pertama kali menyeberang ke Tibet. Setelah mengalahkan pasukan kecil Tibet
dan menduduki separuh negara, pemerintah Cina memaksakan memberlakukan apa yang disebut Perjanjian '17-Point untuk
Pembebasan Damai 'Tibet pada pemerintah Tibet Mei 1951.

7.Apakah nama yang bukan merupakan sungai utama Tibet?
Khabab. Tibet adalah daerah asal aliran sungai utama di Asia dan sumber air sungai utama. Sebagian besar arus sungai yang mengalir di Tibet stabil karena berasal dari air tanah dan sumber glasial es . ini berbeda dengan aliran sungai di sebagian besar negara-negara tetangga, yang bergantung pada musim hujan.

8.Apa nama jajaran pegunungan di Tibet, asal Puncak Everest?
Himalaya. Pada tahun 1999, para ilmuwan mengumumkanhasil pengukuran tinggi yang presisi dari Gunung Everest - tujuh meter lebih tinggi dari catatan resmi saat ini. Sebuah tim pendaki gunung menentukan elevasi pada
29.035 kaki setelah mendaki ke puncak dan menggunakan peralatan GPS mutakhir.

9.Berapa rata-rata ketinggian di Tibet?
14.000 kaki. Seluas ukuran Eropa Barat, Tibet terdiri dari dataran tinggi yang luas pada ketinggian rata-rata 14.000 kaki. Ini merupakan salah satu lingkungan paling sensitif dan unik di Bumi.

10.Tibet terletak  di benua apa?
Asia. Tibet terletak di pusat Asia, dengan luas 2,5 juta kilometer persegi.Berbatasan dengan India, Nepal, Bhutan, Burma, dan Cina.

11.Tibet menggunakan penanggalan apa?
Lunar (bulan). Kalender bulan Tibet didasarkan pada siklus 60 tahun, masing-masing bulan bernama salah satu
dari 12 hewan dan satu dari lima unsur: udara, air, api, bumi, dan ruang. Dihitung setiap tahun oleh astrolog dari Mentsikhng di Lhasa, 1 tahun biasanya terdiri dari 12 bulan, dengan satu tahun tambahan yang kadang
kadang-kadang ditambahkan. Hari pertama pada  bulan pertama adalah festival Losar, Tahun Baru Tibet.

12.Hewan apa adat telah dipelihara oleh masyarakat Tibet selama
ribuan tahun?
Yak. Yak (pria) atau dri (perempuan), hewan ini mampu membawa beban 50 kilo lebih dari 5000 meter dan sanggup bertahan pada  suhu dari -30 C. Mereka digunakan untuk membajak dan dimakan dagingnya. Menghasilkan susu, diolah menjadi mentega dan keju, serta kulit dan bulunya lembut untuk dijadikan wol sweater yang lembut dan  wol kasar untuk tenda tempat tinggal .

13.Komposisi alam apa yang membentuk perbatasan utara Tibet dengan Xinjing?
Pegunungan Kunlun. Pegunungan Kunlun tersebar sejauh 2000 kilometer dari Pamir di barat sampai ke pegunungan Bayankala dan Amnye Machen di sebelah timur.  Disanalah terletak Padang pasir dataran rendah Asia Tengah

14.Pegunungan Himalaya membentuk perbatasan di selatan Tibet. Apa nama gunung tertinggi sana?
Jomolangma (Qomolongma).  Yang lebih dikenal dunia dengan nama Mt. Everest, tinggi Jomolangma 8848 meter di atas permukaan laut , merupakan daratan tertinggi di dunia.

15.Pada tahun berapa Cina Merah menduduki Tibet?
1951. Sebuah pemberontakan yang gagal secara kejam dibasmi oleh Tentara Pembebasan Rakyat Cina pada tahun 1959 yang menyebabkan mengungsinya sekitar 100.000 warga Tibet ke India, Nepal, dan Bhutan. Dalai Lama, pemimpin Rakyat Tibet, mengasingkan diri ke India sejak 1959.

16.Dataran ketinggian rata-rata dataran Tibet?
5000 m. Daerah yang beragam ini berpotongan dengan rentang lateral dan jurang sungai yang dalam.

17.Apa agama yang mayoritas di Tibet?
Buddhisme Mahayana. Buddha sendiri lahir di Nepal pada abad kelima SM dengan nama Gautama, yaitu seorang pangeran dari India. Biasanya Dia digambarkan duduk, berdiri, atau berbaring. Gambar Buddha
tradisional tidak dianggap sebagai hidup atau ilahi, tetapi sebagai ekspresi ide yang akan divisualisasikan selama  meditasi. Buddhisme. Ini dimulai di India, sebelum Yesus lahir. Sementara agama mistik yang sebelumnya mayoritas adalah Bon. Buddhisme pada awalnya tidak tumbuh dengan cepat. Berkembang semakin luas ketika bangsa Mongolia mulai menganut Budha dan melakukan penyebaran melalui penaklukan bangsa-bangsa lain.

18.Istana Potala di Lhasa dibangun di gunung apa?
Marpori. "Marpori" diterjemahkan sebagai "Gunung Merah". Istana terdiri dari 13 tingkat dan memiliki 1.000 kamar dan memiliki
200.000 gambar Budha.

19.Ibukota Tibet, Lhasa, di tepi sungai apa?
Kyi-chu. Di Lhasa lembah sungai Kyi-chu terpampang lebar.

20.Secara fisik, masyarakat Tibet menyerupai suku asli Amerika. Hal lain
apa yang juga serupa?
Tarian. Kedua bangsa ini memiliki gerakan tarian yang sangat ekspresif. Biasanya dilakukan dalam sebuah lingkaran besar, tarian ini menceritakan kisah-kisah atau ungkapan emosi.  Bahasa mereka tidak mirip demikian pula agama. Mereka juga memiliki kebiasaan pernikahan yang berbeda.

21.Saat menyambut tamu, Tibet menghormati tamu dengan menempatkan kain dekoratif di leher tamunya.  Apa nama upacara syal ini?
Kata. Sebuah kain syal kata berwarna putih atau kuning. Sering dihiasi dengan simbol-simbol atau doa Tibet, tetapi juga dapat berupa kain polos. Mereka sering memberikan ini dalam penyambutan, tetapi juga untuk menghormati orang yang menghibur mereka.
22.Hewan apa yang dimiliki sebagian besar rakyat Tibet?
Yak. Mereka memelihara banyak ternak tetapi Yak yang paling banyak?
Mereka mendapatkan sebagian besar kebutuhan mereka yaitu : susu, daging dan mentega dari yak.

23.Salah satu makanan yang paling umum adalah tsampa. Makanan ini dicampur dengan minum sehari-hari mereka.  Apa nama minuman yang dicampur ini?
Teh Mentega. Teh mentega disajikan panas. Dicampur dalam jelai untuk membuat pasta. Anda dapat menambahkan gula dan kacang, meskipun jarang. Ini adalah makanan pokok dan paling sering disantap saat sarapan.

24.Apa metode yang paling umum dalam pemakaman mereka?
Pemakaman Langit (Sky Burial). Dikenal sebagai salah satu metode pemakaman yang paling sadis. Dalam pemakaman langit, mayat diletakkan diatas di puncak gunung. Kemudia burung-burung pemakan bangkai datang dan berpesta memakan habis daging mayat tersebut. Menurut kepercayaan mereka, dengan cara ini siklus kehidupan terus berjalan.

25.Siapa pemimpin agama di Tibet?
Dahli (Dalai) Lama. Dia diasingkan pada tahun 1959 dan tinggal di India.

26.Bangsa Tibet menulis dengan huruf apa?
India. Agama mereka berbasis ajaran Hindu, dari India. Selama bertahun-tahun, kaum terdidik hanyalah para biarawan.

Sumber http://www.funtrivia.com/en/Geography/Tibet-15031.html